joyce

Wednesday, September 13, 2006

VIRUS TOXOPLASMA

INFEKSI KEHAMILAN OLEH TOKSOPLASMA
Sumber : keluarga.Org
Salah satu infeksi yang berbahaya bagi wanita hamil adalah infeksi dan
berkembangnya parasit Toxoplasma gondii. Sesuai dengan nama parasit
penyebabnya, ini juga disebut sebagai toksoplasmosis. Terutama pada ibu
hamil, hasil positif atas pemeriksaan tokso ini perlu diperhatikan, karena
berpotensi menyebabkan keguguran atau bayi cacat. Potensi penularan tokso
terhadap janin selama masa kehamilan ini sangat tinggi, yaitu bisa
mencapai
50%. Infeksi yang terjadi pada janin dan ibu (toksoplasmosis kongenital)
ini
berpotensi menyebabkan cacat bawaan terutama bila terjadi pada usia
kehamilan awal (sampai usia janin 3 bulan), dan akan menurun potensinya
pada
usia kehamilan lanjut. Pemeriksaan toksoplasma ini seringkali dilakukan
bersama dengan rubella, cytomegalovirus dan herpes simpleks, sehingga
seringkali disebut sebagai pemeriksaan TORCH.
Penyebab
Penyakit ini bisa menular ke manusia akibat termakannya spora Toxoplasma
gondii. Misalnya makan daging mentah yang mengandung telur (ookista)
toksoplasma atau sayuran yang terkontaminasi telur ini. Parasit ini
sendiri
bisa berbiak di semua mamalia, seperti ternak atau hewan peliharaan
(anjing,
kucing dan burung). Sayangnya infeksi toksoplasma ini di sebagian besar
kasus tidak menunjukkan gejala yang jelas. Oleh karenanya pemeriksaan
laboratorium semacam TORCH sangat dianjurkan sebelum memulai kehamilan,
atau
minimal di saat awal kehamilan. Bila ditemukan hasil positif, harus
dilakukan terapi sampai sembuh terlebih dahulu sebelum melanjutkan
kehamilan.
Penanganan
Indikasi infeksi pada janin bisa diketahui dari pemeriksaan USG, yaitu
terdapat cairan berlebihan pada perut (asites), perkapuran pada otak atau
pelebaran saluran cairan otak (ventrikel). Sebaliknya bisa saja sampai
lahir
tidak menampakkan gejala apapun, namun kemudian terjadi retinitis (radang
retina mata), penambahan cairan otak (hidrosefalus), atau perkapuran pada
otak dan hati.
Pemeriksaan awal bisa dilakukan dengan pengambilan jaringan (biopsi) dan
pemeriksaan serum (serologis). Umumnya cara kedua yang sering dilakukan.
Pada pemeriksaan serologi akan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui
adanya
reaksi imun dalam darah, dengan cara mendeteksi adanya IgG (imunoglobulin
G), IgM, IgA, IgE. Pemeriksaan IgM untuk ini mengetahui infeksi baru.
Setelah IgM meningkat, maka seseorang akan memberikan reaksi imun berupa
peningkatan IgG yang kemudian menetap. IgA merupakan reaksi yang lebih
spesifik untuk mengetahui adanya serangan infeksi baru, terlebih setelah
kini diketahui lgM dapat menetap bertahun-tahun, meskipun hanya sebagian
kecil kasus.
Sebenarnya sebagian besar orang telah terinfeksi parasit toksoplasma ini.
Namun sebagian besar diantaranya telah membentuk kekebalan tubuh sehingga
tidak berkembang, dan parasit terbungkus dalam kista yang terbentuk dari
kerak perkapuran (kalsifikasi). Sehingga wanita hamil yang telah memiliki
lgM negatif dan lgG positif berarti telah memiliki kekebalan dan tidak
perlu
khawatir terinfeksi. Sebaliknya yang memiliki lgM dan lgG negatif harus
melakukan pemeriksaan secara kontinyu setiap 3 bulan untuk mengetahui
secara
dini bila terjadi infeksi.
Bagaimana bila lgM dan lgG positif ? Untuk ini disarankan melakukan
pemeriksaan ulang. Bila ada peningkatan lgG yang signifikan, diduga timbul
infeksi baru. Meski ini jarang terjadi, tetapi adakalanya terjadi. Untuk
lebih memastikan akan dilakukan juga pemeriksaan lgA. Pemeriksaan bisa
juga
dilakukan dengan PCR, yaitu pemeriksaan laboratorium dari sejumlah kecil
protein parasit ini yang diambil dari cairan ketuban atau darah janin yang
kemudian digandakan.
Bila indikasi infeksi sudah pasti, yaitu lgM dan lgA positif, harus segera
dilakukan penanganan sedini mungkin. Pengobatan bisa dilakukan dengan
pemberian sulfa dan pirimethamin atau spiramycin dan clindamycin. Sulfa
dan
pirimethamin dapat menembus plasenta dengan baik sehingga dianjurkan untuk
pengobatan pertama. Terapi harus dilakukan terus sampai persalinan. Bahkan
setelah persalinan akan dilakukan pemeriksaan pada bayi. Bila didapat lgM
positif maka bisa dipakstikan bayi telah terinfeksi. Meski hasilnya
negatif
sekalipun, tetap harus dilakukan pemeriksaan berkala sesudahnya. Dengan
pemeriksaan dan pengobatan secara dini penularan pada bayi akan bisa
ditekan
seminimal mungkin. Selain itu pengobatan dini yang tepat saat awal
kehamilan
akan menurunkan secara signifikan kemungkinan janin terinfeksi.

Toksoplasmosis


Toksoplasmosis adalah infeksi yang diakibatkan oleh sejenis parasit
toksoplasmogondii yang biasa terdapat pada bulu kucing dan hewan peliha
raan rumah lainnya.
Parasit ini dapat menginfeksi kandungan, jika Ibu hamil mengkonsumsi
daging
setengah matang, buah-buahan atau sayuran yang tercemar tinja
hewan peliharaan misalnya kucing yang mengandung oosit. Selain melalui
kandungan, virus ini dapat menular lewat transfusi darah dan transplantasi
organ.

Karena itu, begitu Anda positif hamil sebaiknya segera periksakan diri ke
dokter, apakah tubuh Anda telah memiliki kekebalan terha-dap
toksoplasmosis. Semakin awal toksoplasmosis menyerang kehamilan Anda,
semakin besar dampak yang ditimbulkan pada janin Anda.
jadi ada baiknya sebelum anda merencanakan kehamilan periksalah ke labo
ratorium apakah anda ada mengidap toksoplasmosis.

Langkah Pencegahan

Agar ibu hamil terhindar dari infeksi toksoplasmosis, ikuti
langkah-langkah
pencegahan infeksi sedini mungkin:


· kucing atau binatang piaraan yang ada di rumah segera bawa ke dokter
hewan, untuk mengetahui apakah binatang peliharaan terinfeksi parasit
toksoplasma secara aktif atau tidak

. Apabila kucing atau binatang piaraan tersebut terlihat sakit mungkin
masih
dalam masa penularan selama kurun 6 minggu sebaiknya dititipkan ketempat
penitipan bintang.

· Jangan biarkan bintatang peliharaan anda memburu mangsanya sendiri
diluar
rumah ,dan jangan berikan makanan daging mentah.

· Jangan mengadakan kontak langsung, baik dengan kandang maupun kotoran
hewan piaraan. Mintalah orang lain untuk membersihkannya. Jika terpaksa
harus membersihkan sendiri, pakailah sarung tangan, dan cucilah tangan
Anda
sampai bersih. Karena virus tersebut sangat aktif, jangan lupa untuk
member-sihkan kandang setiap hari.


· Hindari mengkonsumsi daging mentah atau minum susu yang belum
disterilkan.

· Cuci sampai bersih sayuran dan buah-buahan sebelum Anda konsumsi.

· Segeralah berobat ke dokter bila Anda kemungkinan terinfeksi parasit
toksoplasma akibat binatang peliharaan dirumah.

Dari: Iffa

Toksoplasma merupakan penyakit infeksi yang ditemukan pada hewan di
peternakan atau binatang peliharaan. Kucing merupakan pembawa (carrier)
penyakit ini dan dapat menularkan kepada manusia melalui tinja, terutama
bila sudah kering dan terhirup oleh manusia.
>
> Meski kucing dapat menyebarkan penyakit ini, mereka bukan sumber utama
infeksi pada manusia. Manusia lebih mungkin mengalami toksoplasma saat
mengkonsumsi daging mentah atau tidak mencuci tangan sampai bersih setelah
memegang daging. Kucing juga dapat mengidap toksoplasma dari daging mentah
yang dikonsumsi atau memangsa binatang lainnya seperti tikus.
>
> Kucing yang memangsa binatang mempunyai kemungkinan mengalami paparan
atau
infeksi. Pada banyak kasus, kucing tidak akan menampakkan tanda-tanda
mengalami infeksi. Namun, jika kucing sudah kehilangan nafsu makan, demam,
dan lesu, itu menjadi pertanda bahwa ia mengalami infeksi penyakit
tersebut.
>
> Manusia yang terkena toksoplasma akan mengalami gejala ringan seperti
flu.
Masalahnya akan semakin serius pada perempuan yang sedang mengandung atau
pada orang yang bermasalah dengan kekebalan tubuhnya. Janin pada perempuan
yang terinfeksi toksoplasma akan menjadi cacat saat lahir.
>
> Anda dapat mencegah penyebaran toksoplasma dengan melakukan di bawah
> ini:
>
> Orang yang bukan perempuan hamil atau yang bermasalah dengan kekebalan
tubuh sebaiknya membersihkan kandang hewan setiap hari. Membersihkan
setiap
hari sangat penting karena tinja kucing yang terinfeksi bisa menular
setelah
36-48 jam.
>
> Gunakan sarung tangan karet atau sekali pakai saat membersihkan kandang.
Setelah itu cuci tangan secara merata menggunakan sabun.
>
> Sebaiknya sediakan makanan kucing dalam bentuk kering, kaleng, atau yang
dimasak secara merata. Jaga agar mereka tidak mencari mangsa sendiri.
>
> Masak daging secara matang dan merata. Cuci tangan Anda dan peralatan
lainnya yang kontak dengan daging merah, seperti papan pemotong, pisau,
dan
bak pencuci.
>
> Gunakan sarung tangan saat berkebun. Anda tak tahu di mana tinja kucing
biasa bertebaran. Setelah itu, cucilah tangan.
>
> Sumber: Senior
Dari: Mama Vito

Temenku dulu juga ketauan ada toksonya tapi terus dia disuntik berapa kali
gitu begitu juga suaminya - yg nyaranin sih DSOGnya itu Dr. Nugroho (dulu
di
Carolus tu prakteknya kabarnya sekarang di RS Husni Thamrin). Terus ilang
kok gak papa anak2nya sehat semua cerdas dan gak aneh2. Selain itu juga
berdoalah sama YMK supaya selalu dalam lindungannya karena khan mereka
hadir
atas perkenanNya. Kadang2 orang suka lupa itu ya, kalau Bapa di surga
sudah
memberi masa kita mohon supaya Ia juga berkenan melindungi gak ngasih sih.
Pasti kok jawabnya. Heran aku ........



Menghindari Bahaya Toxoplasma

KITA SERING mendengar rumor bahwa memelihara kucing itu berbahaya karena
dapat menularkan virus Toxo. Sebenarnya apa dan bagaimana, sih Toxoplasma
yang sering disebut orang sebagai virus kucing tersebut? Apakah betul
kucing bisa menyebabkan Toxoplasma, toh banyak juga orang yang memelihara
kucing tapi tetap sehat.

Toxoplasmosis memang termasuk salah satu penyakit zoonosis (penyakit yang
bisa menular antara hewan dan manusia). Penyakit ini disebabkan oleh
protozoa (golongan parasit) yang bernama Toxoplasma gondii, jadi bukan
oleh virus. Protozoa atau Toxoplasma ini di dalam usus kucing berkembang
biak secara seksual, sehingga menghasilkan telur, dan akan keluar bersama
tinja.

Pada hewan lain selain kucing, Toxoplasma berada di dalam darah, air ludah
(saliva), sperma dan cairan tubuh lainnya, dan berkembang biak dengan
pembelahan sel. Jadi, tidak menghasilkan telur, namun menghasilkan
tropozoit (hasil pembelahan sel) yang akan bergerombol membentuk kista
Toxoplasma. Kista ini bisa berada di jaringan tubuh seperti otak, mata,
jantung, otot, alat pencernaan dan alat pernafasan.

Kenapa manusia bisa tertular Toxoplasma?
Manusia bisa tertular Toxoplasma karena menelan telur Toxoplasma melalui
makanan, minuman dan peralatan makan. Telur Toxoplasma dari tinja kucing
penderita Toxoplasmosis setelah 48 jam akan bersporulasi (berkembang)
menjadi stadium infektif (mampu menginfeksi manusia atau hewan lain).

Selain itu, penularan juga sangat mungkin terjadi dari makanan yang tidak
dimasak dengan benar. Kista yang berada dalam jaringan tubuh hewan dapat
masuk ke tubuh hewan lain dan manusia. Jadi, mulai sekarang, yakinkan
bahwa daging yang Anda beli dimasak sampai benar-benar matang terlebih
dahulu sebelum Anda dan keluarga menyantapnya termasuk kucing kesayangan
Anda. Tentu, Anda tak mau kucing Anda menderita Toxoplasmosis, kan?

Di bawah ini ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk menghindari
bahaya Toxoplasma pada kucing kesayangan Anda:

1. Sediakan tempat khusus untuk buang air besar.
Latih kucing untuk buang air besar pada tempat khusus yang telah diberi
cat litter (pasir berbahan zeolit yang bisa Anda beli di pet shop atau
swalayan), atau Anda bisa gunakan pasir. Biasakan kucing Anda untuk selalu
membuang kotoran di kotak pasir tersebut, sehingga tidak buang kotoran di
sembarang tempat, dan kotoran mudah dikontrol. Kotoran sebaiknya disiram
dengan air panas sebelum 48 jam, supaya jika terdapat telur Toxo, tidak
sempat bersporulasi menjadi stadium infektif yang mampu menginfeksi
manusia/hewan lain.

2. Berikan pakan jadi/matang.
Anda bisa memberikan cat food yang banyak tersedia di pet shop atau
swalayan. Selain praktis, juga terjamin kebersihannya. Atau Anda bisa
membuatnya sendiri. Yang penting adalah, beri kucing Anda pakan yang
matang, dan jangan berikan pakan mentah, karena mungkin saja di dalamnya
terdapat kista Toxoplasma yang masih infektif. Berilah makanan yang cukup
agar kucing tidak kelaparan. Pada kucing yang lapar biasanya akan timbul
keinginan berburu dan menangkap mangsa atau mencari makan di luar rumah
yang tidak bisa Anda kontrol.

3. Mandikan secara rutin.
Kucing sebenarnya hewan yang rajin membersihkan diri. Secara naluri, dia
akan memandikan dirinya sendiri dengan cara menjilati bulunya dan anaknya
pada induk kucing. Tapi sebaiknya Anda perlu memandikannya juga, paling
tidak sekali 2 minggu. Anda bisa gunakan sabun khusus untuk kucing atau
bisa juga sabun antiseptik lunak.

4. Lakukan kontrol kesehatan rutin.
Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter hewan untuk memastikan kondisi
kesehatan kucing Anda. Penularan penyakit ini tidak hanya ditentukan oleh
apakah Anda memelihara kucing atau tidak. Kemungkinan tertularnya
Toxoplasma sama saja, tergantung pola hidup kita. Kebiasaan makan yang
kotor/jorok mempunyai peluang yang lebih besar untuk tertular.

Pola hidup yang higienis akan lebih menjamin kesehatan. Agar terhindar
dari tertular penyakit ini, biasakan selalu mencuci tangan hingga bersih
sebelum makan, termasuk peralatan makan dan minum. Demikian pula bahan
makanan, cuci bersih dan masak sampai benar-benar matang. Untuk
meminimalkan peluang tertular penyakit ini pada wanita hamil, sebaiknya
jangan membersihkan kotoran kucing. Pastikan bahwa kucing sehat, sehingga
Anda tak perlu takut pada kucing lagi.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home