joyce

Sunday, September 10, 2006

MENGHITUNG DAN MENENTUKAN MASA SUBUR


Ingin segera menimang momongan? Lakukan hubungan intim saat masa subur.
Berikut, berbagai cara menghitung masa subur.
Supaya hamil, harus ada sel telur yang siap dibuahi.
Adanya sel telur ini menunjukkan masa subur seorang wanita. Tetapi,
bagaimana kita bisa mengetahui masa subur tersebut agar tidak meleset,
sehingga bisa terjadi konsepsi (pembuahan)?
"Masa subur bisa diketahui dengan menghitung dari periode menstruasi,
perubahan lendir, dan perubahan suhu tubuh basal," terang dr. Lastiko
Bramantyo, Sp.OG, dari RSIA Hermina Jatinegara.
Sebenarnya tak terlalu sukar untuk melacaknya sendiri. Hanya saja memerlukan
kecermatan. Yang juga tak kalah penting, mau bersabar agar diperoleh hasil
yang lebih akurat. Minimal, pelacakan ini dilakukan beberapa kali dalam
beberapa bulan.
SIKLUS HAID
Melacak masa subur bisa dilakukan melalui hitungan siklus haid/menstruasi.
Masa subur akan amat mudah terlacak jika haid kita selalu teratur setiap
bulannya. Siklus yang normal, terang Lastiko, berjalan antara 28-30 hari.
Ada pula ahli yang berpendapat, antara 22-35 hari. "Dengan demikian, sel
telur keluar pada pertengahan siklus, sekitar hari ke-14 sampai ke-16
dihitung dari hari pertama menstruasi," terang Lastiko.
Jadi, 3 hari sebelum hari ke-14 dan 3 hari setelah hari ke-16 adalah masa
yang memungkinkan bagi sel telur untuk dibuahi. Perhitungan ini berdasarkan
kemungkinan sel sperma yang bisa bertahan hidup sampai 72 jam sebelum
mencapai sel telur.
Siklus normal 28 hari, pertengahan siklusnya hari ke-14 (28: 2). Berarti
masa suburnya, tiga hari sebelum hari ke-14, yaitu hari ke-11 (14-3) dan
tiga hari setelah hari ke-14, yaitu hari ke-17 (14+3). Jadi, masa subur
berlangsung antara hari ke-11 sampai hari ke-17 (7 hari) dari suatu siklus
wanita yang normal.
Misalnya, kita datang bulan pada tanggal 1. Nah, masa subur adalah tanggal
11 (14-3) sampai 19 (16+3) pada bulan tersebut.
Pada mereka yang haidnya tidak teratur (siklus kurang dari 28 hari), maka
masa subur diperhitungkan dari jadwal menstruasi yang akan datang. Umumnya
sel telur akan keluar pada 14 atau 16 hari sebelum haid yang berikut.
Misalnya, perkiraan menstruasi yang akan datang tanggal 18 Agustus.
Diperkirakan sel telur akan keluar pada tanggal 2 dan 4 Agustus (18-14 hari
mundur = 4 Agustus, dan 18-16 hari mundur = 2 Agustus). Berarti masa subur
berlangsung antara 31 Juli (2 Agustus - 3 hari sebelum) sampai 7 Agustus (4
Agustus + 3 hari sesudah).
Jika siklus haid sama sekali tidak teratur, diperlukan data siklus minimal 6
bulan sampai setahun. Kemudian dihitung dengan memakai rumus Ogino Knouss.
Dicari siklus yang paling pendek berapa hari dan siklus paling panjang
berapa hari. Masa subur ditentukan berdasarkan siklus terpendek - 18, siklus
terpanjang - 11.
Contoh, siklus terpanjang 40 hari, siklus terpendek 28 hari. Maka, 40-11 =
29 dan 28-18 = 10. Jadi, perkiraan masa suburnya hari ke-10 dihitung sejak
menstruasi pertama sampai hari ke-29. Masa suburnya memang menjadi lebih
panjang, tetapi tidak bisa diperkirakan kepastian yang paling mendekati. Ini
disebabkan menstruasi yang kacau sehingga sulit diketahui, kapan persisnya
perkiraan keluarnya sel telur.
Seorang wanita yang siklus menstruasinya kacau sebaiknya memeriksakan diri
ke dokter untuk mencari penyebab dan melakukan pengobatan. Dengan demikian,
bisa diketahui masa suburnya.
GETAH LENDIR SERVIKS
Masa subur juga bisa diketahui lewat pemeriksaan getah lendir (mukus) mulut
rahim (serviks). Ini pun dapat kita lakukan sendiri. Caranya, lendir dari
mulut rahim diperiksa setiap hari.
Pada masa subur terjadi perubahan yang bersifat spinbarkeit. Lendir lentur,
tidak terputus jika dipegang, dan lengket seperti agar-agar.
Kalau mau lebih pasti, lendir ini bisa diperiksa ahli pada objek gelas
dibawah mikroskop. Lendir yang terjadi pada masa subur, akan terlihat
berbentuk seperti daun pakis.
UKUR SUHU
Cara lain yang bisa ditempuh adalah mengukur suhu tubuh basal. Saat ovulasi,
sel telur dilontarkan dari kantung yang matang. Selanjutnya, tempat asalsel
telur tadi (korpus luteum) memproduksi hormon progesteron yang bertugas
menyiapkan jaringan dalam rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi.
Terbentuknya progesteron ini mengakibatkan kenaikan suhu tubuh.
Lakukan pengukuran suhu badan pada pagi hari setelah bangun tidur dan
sebelum melakukan aktivitas apa pun, seperti turun dari tempat tidur, ke
kamar mandi, makan, atau minum. Kerjakan setiap hari pada jam yang sama
selama tiga bulan. Gunakan termometer yang dimasukkan ke dalam mulut atau
dubur (bukan yang dijepit di ketiak). Letakkan termometer di bawah lidah
selama 5-6 menit. Tutup mulut selama pengukuran berlangsung. Catatlah
perubahan suhu yang terjadi setiap hari. Jangan lupa untuk menghubungkan
catatan hari ini dengan hari-hari berikutnya, sehingga membentuk kurva.
Pada saat ovulasi, akan terlihat, mula-mula grafik turun sedikit dari
perhitungan hari sebelumnya. Kemudian akan naik dengan beda paling sedikit
dua derajat celcius. Kalau sudah naik, kurva akan tetap di atas, tidak akan
turun lagi.
Suhu normal tubuh biasanya 35,5 - 36 derajat Celcius. Pada waktu ovulasi
suhu akan turun dulu dan naik bisa mencapai 37-38 derajat dan tidak akan
kembali pada suhu 35 derajat. Pada waktu perubahan itulah terjadi masa
subur. Kondisi kenaikan suhu tubuh ini akan terus terjadi sekitar 3-4 hari.
Kemudian akan turun kembali sekitar 2 derajat karena produksi progesteron
menurun, sehingga suhu tubuh pun turun. Dan akhirnya kembali pada suhu tubuh
normal, seperti sebelum menstruasi terjadi.
Bila pada grafik (hasil catatan suhu tubuh) tidak terjadi kenaikan suhu
tubuh, bisa berarti tidak terjadi masa subur karena tidak adanya korpus
leteum yang akan memproduksi progesteron. Ini juga berarti tidak akan
terjadi kenaikan suhu tubuh.
Sebaliknya, jika kenaikan suhu tubuh terus berlangsung setelah masa subur,
pertanda dimulainya kehamilan. Karena jika sel telur berhasil dibuahi,
berarti korpus leteum akan terus memproduksi hormon progesteron. Dengan
demikian, suhu tubuh pun tetap tinggi.
Syarat menentukan masa subur dengan pengukuran suhu tubuh adalah dalam 3
bulan, suhu tubuh tidak dalam keadaan demam, tidak tidur di dekat lampu yang
sangat panas, atau dengan AC yang sangat dingin. "Kalau suhu badan kacau,
susah mengukurnya dan npemeriksaan pun gagal," kata Lastiko.
LEWAT USG
Sekarang ini, lewat pemeriksaan USG secara serial, bisa diketahui masa subur
seorang wanita. Caranya dengan melihat kelenjar telur, perkembangan
terjadinya sel telur sampai sel telur tersebut matang dan hendak keluar
(ovulasi). Cara ini bisa dimanfaatkan oleh wanita yang mengalami siklus
menstruasi yang tidak teratur

0 Comments:

Post a Comment

<< Home