joyce

Tuesday, September 12, 2006

I HATE MY BOSS

Nancy Halpern

Silakan pilih salah satu dari tipe-tipe bos anda berikut ini:

a-Monster

b-Penjajah

c-Hitler

d-Semuanya



Apakah hal ini terdengar akrab di telinga anda? Apakah anda menghadapinya setiap hari? Apakah anda menganggap ada yang keliru dalam hidup anda sehingga harus keluar dari kemelut ini? Jangan putus asa. Sekarang atau kelak kita semua pasti pernah berhadapan dengan tipe-tipe bos seperti ini. Terlalu banyak orang tidak menyadari bahwa "memanajemi bos" tidaklah sama dengan "menjilat bos". Memanajemeni bos adalah bagian dari tugas anda dan merupakan kunci indikator keberhasilan. Dalam memanajemeni bos, anda belajar untuk menguasai banyak hal, misal, manajemen itu sendiri, perilaku manusia, dan kemampuan menghindari situasi penuh tekanan. Ketrampilan-ketrampilan ini dapat anda gunakan sebagai strategi untuk bertahan, bahkan sukses.

BAGAIMANA ORANG SEBAIK ANDA BISA TERJERUMUS DALAM SITUASI BURUK INI?

Bagaimana anda bisa terjerumus dalam situasi ini? Mungkin anda diterima bekerja pada sebuah perusahaan, dan bos anda tampaknya sangat, sangat baik. Namun ketika deadline pertama tiba, ia berubah menjadi monster yang berteriak-teriak menakutkan. Atau, mungkin bos anda yang lama keluar dan manajemen memutuskan untuk menggantikannya dengan bos baru yang mengerikan. Atau, mungkin juga anda mendapat kenaikan pangkat, dipindah ke bagian lain dan bertemu dengan bos yang sulit. Atau, hubungan anda dengan bos sebenarnya baik-baik, namun tiba-tiba menjadi pahit dan semakin buruk sehingga sulit bagi anda untuk memperbaikinya. Kebanyakan orang tak mau bekerja untuk bos-bos bertipe sulit. Mereka lebih suka menghindarinya jauh-jauh. Hanya sedikit sekali orang yang mampu melihatnya sebagai sebuah tantangan untuk maju.

PILIHLAH SEORANG BOS, SEMBARANG BOS

Mari kita lihat apakah kita bisa keluar dari situasi horor ini. Coba anda pelajari bagaimana tipe bos anda sebenarnya. Berikut ini ada beberapa tipe bos yang dibenci. Apakah anda menemukan bos anda termasuk dalam daftar ini?

1--Arogan. Bos tipe ini percaya bahwa memotivasi karyawan hanya dapat dilakukan dengan cara intimidasi, kekerasan dan menebarkan ketakutan. Mereka senang sekali melihat bawahannya merunduk-runduk dan menyembah-nyembah padanya. Bos ini mustahil mau bersikap manis pada bawahannya.

2--Idiot. Bos ini benar-benar bodoh. Tak peduli berapa kali anda berusaha menjelaskannya pada mereka, tapi mereka tetap saja membuat anda menggeleng-gelengkan kepala. Ajukan pada mereka sebuah strategi konyol, mereka pasti akan menyetujuinya. Anda tentu heran bagaimana mereka bisa sampai pada kedudukan ini, bahkan terus mendapatkan promosi. Mengapa? Karena mereka selalu berusaha menyenangkan atasan mereka.

3--Politisi. Bos tipe ini berusaha memanipulasi orang lain sedemikian rupa sehingga setiap orang akan mengatakan apa yang ingin mereka dengar. Selama berminggu-minggu, berbulan-bulan dan bertahun-tahun, mereka terus menyebarkan kebohongan. Sebenarnya mereka ini adalah orang yang lihai memutarbalikkan kenyataan sesuai kemauan mereka. Perhatian mereka tak pernah tertuju pada apa yang baik bagi perusahaan, namun apa yang baik bagi diri mereka sendiri.

4--Ular. Bos tipe ini suka sekali berkata, "Saya benar-benar mengusahakannya untuk anda." sambil tersenyum manis padahal mereka sama sekali tidak tulus. Mereka pandai sekali memadukan kelicikan seekor ular dengan kemampuan akting aktor peraih Oscar. Ucapan mereka tak bisa dipercaya.

5--Workaholic. Bos tipe ini tidak mempunyai kehidupan. Mereka hidup untuk bekerja. Bahkan bekerja adalah hidup itu sendiri. Bagi mereka, foto keluarga di meja kerja sudah cukup untuk menunjukkan perhatian pada anak-anak dan keluarganya. Mereka suka menentukan deadline yang tidak realitis, menelepon anda di rumah, mengadakan perjalanan dinas di akhir pekan. Memang itulah teknik-teknik mereka. Sebagian besar bawahan bekerja melebihi jam kerja normal hingga larut malam tanpa adanya pengakuan atau imbalan yang memadai. Kenyataannya semakin banyak pekerjaan yang menjadi tanggung jawab mereka, semakin banyak imbalan yang diberikan pada mereka, namun tak sepeser atau sedikitpun penghargaan diberikan pada bawahannya.

BERHARAP SAKIT HATI

Kita semua tahu, tak mudah hidup bersama bos sulit. Anda mungkin telah berusaha berbagai macam cara dan tidak juga berhasil. Lalu apakah anda akan keluar begitu saja? Apakah anda menerima kjeadaan sebagai sebuah hukuman atas karma anda? Tenang saja, berikut ada beberapa tips untuk menghadapi bos sulit. Jika tidak berhasil, setidaknya membuat hidup anda lebih nyaman. Cobalah beberapa ide berikut ini.

1--Jangan membangkitkan singa yang sedang tidur.

Ketahui apa yang membuat mereka jengkel, marah-marah, dan tertekan? Catat semuanya. Lalu tuliskan pada lembar yang sama apa-apa yang menjadi kebalikan hal tersebut. Tempelkan daftar ini agar mudah anda baca setiap waktu. Jangan lupa untuk memperhatikan hal-hal kecil. Hal-hal kecil ini sama pentingnya dengan yang besar-besar. Misal: anda mungkin tak mempersoalkan bila anda lima menit terlambat datang dalam rapat. Namun, bila hal ini seringkali anda lakukan, bos akan menganggap anda malas, tak pandai mengatur waktu dan tidak menghargainya. Ingat, yang perlu anda perlu ketahui adalah titik-titik sensitivitas bos anda, bukan anda.

2--Kenali metode komunikasi yang disukai bos.

Apakah bos lebih menyukai komunikasi melalui email, telepon atau memo tertulis? Apakah mereka hanya menggunakan satu cara untuk mereka sendiri dan cara lain untuk bawahannya? Kenali dan terapkan! Ini akan membuat mereka lebih nyaman berkomunikasi dengan anda. Bahkan mereka mungkin percaya bahwa anda sama seperti mereka. Karenanya anda harus sangat, sangat cerdik.

3--Kenali gaya komunikasi mereka.

Apakah gaya komunikasi mereka formal atau informal? Anda tak harus benar-benar menyamai mereka; namun gunakan sebagai panduan umum dalam berkomunikasi. Misal, jika bos sering menggunakan kata-kata vulgar, bukan berarti anda juga harus meniru mereka. Bersikap terkejut karena kekasaran mereka tidak akan menolong anda. Anggap saja bahwa ini adalah suatu bentuk informalitas, atau taktik untuk membuat anda jengkel, jadi jangan berreaksi apa-apa. Hal yang sama berlaku pada bagaimana gaya mereka berpakaian. Jangan meniru begitu saja, namun gunakan untuk mengetahui siapa dan bagaimana mereka sesungguhnya.

4--Anggap ini sebagai bagian dari kesuksesan anda.

Saya tahu ini sulit dan menyakitkan, namun lakukan! Pelajari orang-orang yang berhasil mengatasi bos macam begini. Lihat siapa yang berhasil mendapatkan promosi? Perilaku dan perlakuan apa yang mereka gunakan untuk menghadapi bos mereka? Lupakan sifat-sifat anda sendiri, cobalah untuk bersikap obyektif. Ini bukan berarti anda harus meniru mereka begitu saja, namun anggap saja ini sebagai petunjuk untuk mengetahui apa-apa yang disukai oleh bos anda. Anda bisa memutuskan kemudian, apakah anda perlu menyamai kolega anda yang berhasil tadi atau tidak, namun untuk kali ini anda perlu mengumpulkan data sebanyak-banyaknya.

5--Simpan semua ini untuk anda sendiri.

Katupkan bibir anda rapat-rapat. Jangan mengeluhkan bos anda di dalam kantor.

Sudah terlalu banyak orang menyebarkan cerita-cerita buruk tentang bos mereka. Ingat, dinding-dinding kantor anda mempunyai telinga, bahkan mereka akan meneruskan keluhan anda kemana-mana, termasuk bos anda. Mungkin orang yang pertama kali anda ajak bicara tidak akan menyampaikannya pada bos anda, namun orang kedua atau ketiga yang akan melakukannya.

6--Lupakan bagian Human Resource

Ingat, divisi HR dibentuk untuk memenuhi kebutuhan perusahaan bukan kebutuhan anda pribadi. Kalau anda mengeluh tentang bos anda pada mereka, tak peduli seberapa pun benarnya, mereka akan langsung menyampaikannya pada bos anda. Dan ini kelak akan menyakitkan anda. Percayalah, tak peduli seberapa "bersahabatnya" sikap yang ditunjukkan oleh bagian HR, mereka bukanlah sahabat yang sejati.

7--Catat, catat, sekali lagi: catatlah.

Simpanlah setiap memo, catatlah setiap pernyataan yang menyakitkan, setiap janji yang tak ditepati, dan setiap perilaku yang di luar batas. Jangan lupa untuk mencatat juga tanggal, saksi-saksi, dan detil-detil yang bisa dipercaya. Simpan ini baik-baik. Siapa tahu anda kelak akan membutuhkannya... siapa tahu?

8--Susun strategi keluar dari kemelut.

Susun curriculum vitae tentang diri anda. Buat daftar headhunters yang bisa anda hubungi dan tiga atau empat nama orang yang bisa memberi anda referensi positif. Bila anda memutuskan untuk keluar, maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah membuka dokumen ini. Anda akan benar-benar merasa tertolong.

9--Manajemeni bos anda.

Jadikan ini sebagai pekerjaan anda. Sadari bahwa anda perlu mempunyai strategi untuk memanajemeni bos anda. Bersikaplah penuh tanggung jawab pada mereka. Kenali apa yang menjadi kelemahan dan kekuatan bos anda. Kenali pula gaya kerja anda, dan rencanakan bagaimana anda bisa menyeimbangkan perbedaan di antara anda.

"Anda tak bisa mengubah orang lain. Anda hanya bisa mengubah diri anda sendiri.". Ingat, meski anda telah melakukan semua hal di atas dengan baik, bos anda tetap saja "gombal". Tetapi anda harus anggap mereka sebagai "gombal" yang bisa dimanaje. Atau mungkin anda bisa temukan sisi baik dari bos anda yang selama ini salah dimengerti oleh mereka yang kecewa. Namun, setidaknya anda bisa hidup lebih tenang. Bahkan, orang yang anda keluhkan itu bisa hidup dengan anda lebih tenang lagi. (250401)

(Nancy Halpern, Help!!, I Hate My Boss!!)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home