joyce

Wednesday, September 13, 2006

ARTIKEL : VIRUS TOXOPLASMA2

STRATEGI PENCEGAHAN PADA WANITA HAMIL

Pemeriksaan pertama yang dilakukan untuk mendeteksi toksoplasmosis
pada wanita hamil adalah pemeriksaan IgG dan IgM. Kemudian, bila hasil
pemeriksaan IgG positif dan IgM negatif, hal ini menunjukkan adanya
imunitas pada penderita. Bila hasil positif pada IgG dan IgM,
kemungkinan pada penderita ini terjadi infeksi primer atau infeksi
lama dengan sisa IgM. Keadaan ini perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan
Aviditas IgG. Bila aviditas IgG tinggi, menunjukkan infeksi didapat
lebih dari empat bulan yang lalu. Bila tes dilakukan pada paruh kedua
kehamilan, perlu dilihat titer dari IgG. Bila titer IgG rendah,
menunjukkan infeksi yang lama. Sedangkan bila titer IgG tinggi,
kemungkinan ada infeksi. Ini memerlukan tes konfirmasi, baik IgG
maupun IgM. Setelah itu, baru diagnosis prenatal ditentukan, dilakukan
pengobatan, serta evaluasi pada ibu dan bayi. Hasil dengan aviditas
IgG yang rendah menunjukkan infeksi didapat kurang dari empat bulan.
Selanjutnyadilakukan tes konfirmasi pula<2>.

Pada pemeriksaan pertama, hasil IgG dan IgM negatif. Ini menunjukkan
tidak adanya imunitas pada penderita sehingga perlu dilakukan evaluasi
terus sampai akhir kehamilan<2>.

Bila IgG dan IgM positif, menunjukkan adanya infeksi primer di mana
perlu dilakukan pengobatan dan evaluasi pada ibu maupun bayinya. Bila
IgM positif dengan IgG negatif menunjukkan adanya infeksi baru,
kemudian dilakukan pemeriksaan lagi dua sampai tiga minggu kemudian.
Jika hasil menjadi negatif, menunjukkan bahwa IgM yang terdeteksi
tidak spesifik2.

............................

So, mbak... kalau memang hanya igG nya saja yang (+), apalagi kalau
adiknya mbak sudah puny data lab. yang menunjukkan aviditas igG nya
juga tinggi, itu artinya infeksi tokso terjadi di masa lampau (> 4
bulan) atau sebelum hamil dan di tubuh adik mbak sudah ada imunitas.
Nggak perlu pengobatan khusus, yang penting jaga kesehatan dengan life
style, pola makan dan istirahat yang sehat, khususnya selama kehamilan
ini.

Lain halnya kalau memang igM nya juga (+), perlu follow up lebih
lanjut karena kemungkinan infeksi baru saja terjadi selama kehamilan.
Dan memang untuk kasus ini, biasanya dokter melakukan treatment dengan
pengobatan oral mengingat tokso jenis penyakit infeksi akibat parasit,
bukan virus semacam infeksi rubella, herpes, dan CMV.

Artikel lengkapnya bisa di-search di:
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/042002/pus-4.htm.
Artikelnya sudah dikirim via japri in case 'mental' kalau dikirim via
jalum karena artikel yang cukup panjang ;)

cheers,

0 Comments:

Post a Comment

<< Home